percayacuan.art/wp-content/uploads/2026/10/hero-ihsg-ditutup-menguat-bi-tahan-suku-bunga.jpg" alt="IHSG Ditutup Menguat ke 5.387, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen" width="1200" height="555" loading="eager" />
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau. Setelah sempat tertekan di sesi pembukaan, indeks justru berbalik menguat ditopang respons pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia (BI).
Perjalanan IHSG Sepanjang Hari
IHSG dibuka melemah cukup dalam, turun 80,38 poin atau sekitar 1,51 persen ke level 5.247,98. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Sepanjang sesi perdagangan, aksi beli pelaku pasar berangsur masuk dan mendorong indeks kembali ke jalur positif. Pada penutupan, IHSG tercatat menguat 59,54 poin atau 1,12 persen ke posisi 5.387,9.
Peran Keputusan Bank Indonesia
Sentimen positif datang dari keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen. Keputusan ini direspons baik oleh pasar, karena memberi sinyal stabilitas di tengah ketidakpastian global. Suku bunga yang stabil dinilai memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investor.
Apa Artinya bagi Investor Ritel?
Bagi investor ritel, penguatan IHSG bisa menjadi momen untuk meninjau kembali portofolio. Namun, para analis mengingatkan agar tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harian. Volatilitas pasar masih mungkin terjadi seiring perkembangan ekonomi global yang belum sepenuhnya tenang.
Beberapa hal yang patut diperhatikan adalah kondisi fundamental emiten, tren suku bunga, serta faktor eksternal seperti harga komoditas dan kebijakan bank sentral negara lain. Diversifikasi tetap menjadi prinsip dasar yang bijak untuk menjaga risiko tetap terkendali.
Secara keseluruhan, penutupan IHSG yang menguat pada 22 Oktober menunjukkan pasar domestik masih memiliki daya tahan. Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat risiko global yang masih membayangi.
Sumber: Fortune Indonesia, rri.co.id, Koran Jakarta

