Picsum ID: 12
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memulai perdagangan short selling pada 1 Oktober 2026. Langkah ini menjadi salah satu perkembangan penting di pasar modal dalam negeri, karena membuka mekanisme baru yang selama ini belum tersedia bagi investor ritel Indonesia. Namun, tidak sedikit yang masih bingung tentang apa sebenarnya short selling dan bagaimana cara kerjanya.
Baca juga: BEI Suspensi 72 Saham: 73 Emiten Mangkir Laporan Keuangan, Ini yang Perlu Diwaspadai Investor
Baca juga: BEI Resmi Terapkan Harga Minimum Saham Rp1, Ini yang Perlu Dipahami Investor Ritel
Berikut penjelasan sederhana yang perlu dipahami sebelum kamu memutuskan untuk ikut.
Short selling adalah strategi menjual saham yang tidak dimiliki, dengan harapan harga saham akan turun. Praktiknya, investor meminjam saham untuk dijual di harga saat ini, lalu membelinya kembali di harga lebih rendah untuk dikembalikan. Selisih harga jual dan beli itulah yang menjadi keuntungan.
Berbeda dengan strategi umum yang mengandalkan kenaikan harga, short selling justru memberi peluang ketika harga turun. Karena itu, mekanisme ini sering dipandang sebagai alat untuk menyeimbangkan pasar dan mengurangi bias yang selalu mengandalkan kenaikan.
Pada tahap awal, BEI menetapkan ketentuan tertentu, termasuk modal minimum sekitar Rp50 juta bagi investor yang ingin berpartisipasi. Batasan ini dimaksudkan agar hanya investor yang cukup berpengalaman dan paham risikonya yang terlibat, mengingat short selling memiliki risiko yang tidak sederhana.
Risiko utamanya adalah potensi kerugian yang tidak terbatas. Jika harga saham justru naik, investor harus membeli kembali di harga yang lebih mahal, dan kerugiannya bisa terus membesar tanpa batas atas.
Kehadiran short selling diperkirakan menambah volatilitas pasar, terutama pada saham-saham yang dianggap sudah terlalu mahal. Di sisi lain, mekanisme ini juga bisa membuat harga lebih efisien karena mencerminkan ekspektasi pasar yang lebih berimbang, tidak hanya dari sisi optimisme pembeli.
Bagi investor ritel kebanyakan, yang terpenting bukan buru-buru ikut short selling, melainkan memahami cara kerjanya agar bisa membaca pergerakan pasar dengan lebih baik. Tetap berpegang pada prinsip investasi yang sesuai profil risiko dan tidak tergoda mengejar keuntungan cepat tanpa pemahaman memadai.
Sumber: Kontan.co.id, emiten.org
Mengelola keuangan rumah tangga bukan perkara mudah, apalagi ketika pengeluaran harian terasa tidak pernah berhenti.…
Banyak orang mengira investasi hanya untuk mereka yang berpenghasilan besar, padahal kenyataannya kamu bisa memulainya…
Pensiun sering terasa jauh di masa depan, padahal justru karena itu persiapannya harus dimulai sedini…
Uang sering disebut sebagai salah satu penyebab utama konflik dalam rumah tangga, terutama di tahun-tahun…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau. Setelah sempat tertekan…
Menjadi orang tua tunggal berarti mengelola keuangan rumah tangga dengan satu sumber penghasilan sambil tetap…