Picsum ID: 723
Kabar baik datang dari sektor moneter Indonesia. Posisi cadangan devisa tercatat sebesar USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, meningkat dibanding posisi akhir Juli 2026 yang berada di angka USD145,3 miliar. Kenaikan ini turut menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah.
Diperbarui 14 Oktober 2026. Di sisi investasi ritel, aturan aset kripto baru dan tren harga emas juga jadi topik hangat. Baca juga: aturan aset kripto baru OJK dan cara cerdas mulai nabung emas.
Bagi masyarakat awam, istilah cadangan devisa mungkin terdengar teknis. Namun, sebenarnya angka ini punya dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan keseharian kita.
Cadangan devisa adalah simpanan mata uang asing yang dimiliki oleh bank sentral, dalam hal ini Bank Indonesia. Fungsinya sebagai penyangga ekonomi ketika terjadi gejolak global, sekaligus alat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Semakin besar cadangan devisa, semakin kuat kemampuan Bank Indonesia menahan tekanan terhadap rupiah. Karena itu, kenaikan cadangan devisa biasanya disambut positif oleh pelaku pasar.
Kenaikan cadangan devisa Agustus 2026 terutama ditopang oleh penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Ini menandakan bahwa posisi fiskal negara sedang dalam kondisi yang cukup solid.
Posisi cadangan devisa saat ini disebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor. Artinya, ketahanan eksternal ekonomi Indonesia berada di level yang sehat.
Didorong kenaikan cadangan devisa, rupiah menguat ke kisaran Rp17.632 hingga Rp17.640 per dolar AS. Penguatan rupiah punya sejumlah efek nyata. Harga barang impor, termasuk beberapa kebutuhan sehari-hari, berpotensi lebih terkendali. Bagi yang punya utang dalam mata uang asing, beban cicilannya juga ikut terasa lebih ringan.
Meski begitu, penguatan rupiah tidak serta-merta menekan semua harga. Para ekonom mengingatkan hubungan antara penguatan rupiah dan cadangan devisa bersifat tidak langsung, sehingga dampaknya butuh waktu untuk dirasakan masyarakat luas.
Stabilitas ekonomi makro yang baik adalah fondasi yang menenangkan. Namun, di level individu, kunci keuangan sehat tetap sama: kelola pengeluaran, sisihkan dana darurat, dan hindari utang konsumtif yang berlebihan.
Dengan kondisi ekonomi yang relatif stabil, ini bisa jadi momentum yang baik untuk menata ulang rencana keuanganmu, baik untuk jangka pendek maupun panjang.
Sumber: Liputan6
Mengelola keuangan rumah tangga bukan perkara mudah, apalagi ketika pengeluaran harian terasa tidak pernah berhenti.…
Banyak orang mengira investasi hanya untuk mereka yang berpenghasilan besar, padahal kenyataannya kamu bisa memulainya…
Pensiun sering terasa jauh di masa depan, padahal justru karena itu persiapannya harus dimulai sedini…
Uang sering disebut sebagai salah satu penyebab utama konflik dalam rumah tangga, terutama di tahun-tahun…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau. Setelah sempat tertekan…
Menjadi orang tua tunggal berarti mengelola keuangan rumah tangga dengan satu sumber penghasilan sambil tetap…