Memasuki awal September 2026, ada satu kabar yang perlu kamu cermati kalau rutin menggunakan kendaraan pribadi. Pertamina dan BP-AKR kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 2 September 2026. Penyesuaian ini berlaku untuk sejumlah produk, salah satunya Pertamax Green 95 yang mengalami kenaikan.
Diperbarui 21 Oktober 2026. Harga BBM nonsubsidi kembali disesuaikan dan berdampak ke budget rumah tangga. Kelola keuanganmu dengan cara mengatur keuangan saat krisis dan cara membagi gaji Rp4 juta.
BBM nonsubsidi adalah jenis bahan bakar yang harganya mengikuti pergerakan pasar dan tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Produk seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green termasuk dalam kategori ini. Karena itu, harganya bisa naik atau turun setiap bulan menyesuaikan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Beda dengan BBM bersubsidi seperti Pertalite yang harganya relatif stabil karena ditopang pemerintah. Jadi, kalau kamu pengguna BBM nonsubsidi, penyesuaian harga seperti ini biasanya langsung terasa di kantong.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi umumnya dipicu oleh kombinasi faktor global dan lokal, mulai dari naiknya harga minyak mentah dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga biaya distribusi. Karena itu, penyesuaian yang dilakukan setiap awal bulan menjadi hal yang wajar dan rutin terjadi.
Buat banyak orang, kenaikan BBM nonsubsidi berdampak langsung pada pos pengeluaran transportasi. Semakin sering kamu mengisi bahan bakar, semakin terasa selisihnya. Belum lagi efek tidak langsungnya, seperti potensi naiknya biaya logistik yang bisa berimbas ke harga barang kebutuhan sehari-hari.
Kalau kamu rutin mencatat pengeluaran, ada baiknya mulai memantau pos transportasi lebih teliti di bulan ini. Selisih kecil per liter bisa berakumulasi jadi angka yang cukup berarti kalau dihitung untuk pemakaian sebulan penuh.
Ada beberapa cara sederhana untuk menyiasatinya. Pertama, rencanakan perjalanan dengan lebih efisien agar tidak bolak-balik tanpa tujuan jelas. Kedua, rawat kendaraan secara rutin — mesin yang terawat dan tekanan ban yang sesuai cenderung membuat pemakaian bahan bakar lebih hemat. Ketiga, pertimbangkan transportasi umum atau berbagi kendaraan untuk jarak dekat.
Keempat, manfaatkan aplikasi pemantau harga BBM untuk membandingkan harga antar SPBU sebelum mengisi. Kelima, hindari kebiasaan membawa beban berlebih di kendaraan, karena bobot ekstra ikut menambah konsumsi bahan bakar. Dengan begitu, kamu bisa tetap menjaga pos pengeluaran transportasi tanpa harus mengurangi mobilitas secara drastis.
Sumber: Bisnis.com
Mengelola keuangan rumah tangga bukan perkara mudah, apalagi ketika pengeluaran harian terasa tidak pernah berhenti.…
Banyak orang mengira investasi hanya untuk mereka yang berpenghasilan besar, padahal kenyataannya kamu bisa memulainya…
Pensiun sering terasa jauh di masa depan, padahal justru karena itu persiapannya harus dimulai sedini…
Uang sering disebut sebagai salah satu penyebab utama konflik dalam rumah tangga, terutama di tahun-tahun…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau. Setelah sempat tertekan…
Menjadi orang tua tunggal berarti mengelola keuangan rumah tangga dengan satu sumber penghasilan sambil tetap…