Kabar terbaru seputar ekonomi, investasi, dan keuangan Indonesia — diperbarui 30 Juni 2026.
IHSG dibuka melemah dan turun 82,67 poin atau 1,42% ke 5.738 pada Selasa (30/6). Rupiah spot ditutup melemah 0,31% ke Rp 17.907 per dolar AS.
Pasar memasuki fase krusial dengan rilis data inflasi Indonesia (1 Juli), neraca perdagangan, pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, hingga Non-Farm Payrolls AS. Inflasi Indonesia diproyeksikan di 3,1% (yoy), masih dalam target BI.
Analis memproyeksikan IHSG berpeluang rebound ke 6.800–7.200 pada akhir 2026. Sektor direkomendasikan: perbankan besar (PBV di level krisis), komoditas berpendapatan USD (AADI, PTBA, ANTM), dan consumer staples (INDF, ICBP).
Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 25 bps menjadi 5,50% — langkah lanjutan untuk stabilisasi rupiah dari gejolak global dan langkah pre-emptive jaga inflasi 2026-2027 tetap di kisaran 2,5±1%. Disertai 4 langkah penguatan: kenaikan imbal hasil SRBI, insentif swap, repo auction, dan intervensi valas.
Credit Default Swap (CDS) Indonesia meningkat menjelang akhir Juni 2026, menandakan persepsi risiko investasi yang lebih tinggi. Pasar mencermati dampaknya terhadap arus modal asing dan stabilitas rupiah di semester kedua.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menurunkan harga gas industri menjadi US$13 per MMBtu. Kebijakan ini diharapkan mendongkrak daya saing industri manufaktur nasional dan menarik investasi baru.