Categories: Berita Keuangan

IHSG Ditutup Menguat ke 6.599: Inflasi Terjaga dan Gubernur BI Baru Jadi Pendorong

percayacuan.art/wp-content/uploads/2026/09/hotnews-ihsg-ditutup-menguat-6-599-inflasi-terjaga.jpg" style="width:100%;max-height:400px;object-fit:cover;border-radius:12px;" alt=""/>

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa, 1 September 2026. Indeks naik 74,46 poin atau 1,14 persen ke posisi 6.599,94, didorong oleh stabilitas data ekonomi domestik serta kepastian arah kebijakan moneter.

Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Naik ke USD146,5 Miliar, Rupiah Ikut Menguat

Baca juga: IHSG Melesat ke 6.667: Hujan Kabar Baik, Cuma AS yang Bikin Cemas

Baca juga: Inflasi Agustus 2026 Naik ke 3,19 Persen: Ini Biang Kerok dan Cara Jaga Budget Kamu

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik per 2 September 2026, Ini Dampaknya ke Budget Bulanan Kamu

Kenaikan ini turut mengangkat indeks LQ45 yang menguat 10,58 poin atau 1,64 persen ke level 654,41. Bagi investor ritel, momentum ini jadi sinyal positif di tengah gejolak pasar global.

Inflasi Terjaga dan Surplus Dagang

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21 persen secara bulanan atau 3,19 persen secara tahunan, masih berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia. Data ini memberi kepastian bahwa daya beli dan stabilitas harga relatif terkendali.

Kabar positif lain datang dari neraca perdagangan Juli 2026 yang mencatat surplus 120 juta dolar AS, berbalik dari defisit bulan sebelumnya. Surplus ini ikut menopang stabilitas pasar keuangan dalam negeri.

Kepastian dari Gubernur BI Baru

Pasar juga merespons positif pengesahan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031 oleh Rapat Paripurna DPR RI. Kepastian kepemimpinan ini dinilai memberi arah kebijakan moneter yang lebih jelas di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, kinerja fiskal pemerintah juga solid. Pendapatan negara tumbuh 21,3 persen secara tahunan hingga Juli 2026, sementara belanja meningkat 18,2 persen, dengan target defisit 2,40 persen pada 2027.

Catatan Buat Investor

Meski IHSG menguat, sektor manufaktur menunjukkan perlambatan dengan PMI yang turun ke zona kontraksi 49,8. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz juga menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong inflasi global.

Bagi investor pemula, momentum ini jadi pengingat pentingnya melihat fundamental dan tidak terburu-buru mengikuti pergerakan harian. Diversifikasi dan tujuan jangka panjang tetap jadi kunci.

Sumber: Media Indonesia

PercayaCuan

Tim redaksi Percaya Cuan — menyajikan panduan keuangan pribadi yang jujur dan mudah dipahami.

Share
Published by
PercayaCuan

Recent Posts

Cara Mengatur Keuangan untuk Ibu Rumah Tangga agar Tetap Bisa Menabung dari Uang Belanja

Mengelola keuangan rumah tangga bukan perkara mudah, apalagi ketika pengeluaran harian terasa tidak pernah berhenti.…

6 jam ago

Cara Memulai Investasi Reksa Dana untuk Pemula dengan Modal Rp100 Ribu per Bulan

Banyak orang mengira investasi hanya untuk mereka yang berpenghasilan besar, padahal kenyataannya kamu bisa memulainya…

6 jam ago

Cara Membangun Dana Pensiun Karyawan Swasta Gaji UMR agar Masa Tua Tetap Tenang

Pensiun sering terasa jauh di masa depan, padahal justru karena itu persiapannya harus dimulai sedini…

1 hari ago

Cara Membuat Anggaran Bulanan Pasangan Baru Menikah agar Tidak Sering Bertengkar soal Uang

Uang sering disebut sebagai salah satu penyebab utama konflik dalam rumah tangga, terutama di tahun-tahun…

1 hari ago

IHSG Ditutup Menguat ke 5.387, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau. Setelah sempat tertekan…

1 hari ago

Cara Mengatur Uang Bulanan untuk Orang Tua Tunggal agar Tetap Bisa Menabung

Menjadi orang tua tunggal berarti mengelola keuangan rumah tangga dengan satu sumber penghasilan sambil tetap…

3 hari ago
Jaringan Percaya Cuan:Percaya Cuan — Keamanan DigitalPercaya Cuan — Literasi Digital & AIPercaya Cuan — Link Resmi