Categories: Berita Keuangan

IHSG Terpangkas Imbas Suku Bunga BoJ Naik, Ini yang Perlu Kamu Pahami

percayacuan.art/wp-content/uploads/2026/09/hotnews-ihsg-terpangkas-suku-bunga-boj-naik.jpg" style="width:100%;max-height:400px;object-fit:cover;border-radius:12px;" alt=""/>

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (18/9/2026). Sempat menguat di sesi pertama, indeks berbalik arah ke zona merah pada sesi kedua akibat tersengat sentimen pengetatan moneter global, khususnya kenaikan suku bunga acuan Bank of Japan (BoJ).

Baca juga: IHSG Anjlok 8 Persen dan Kena Trading Halt, Ini yang Perlu Dipahami Investor Ritel

Baca juga: Aturan Aset Kripto Baru OJK Berlaku September 2026, Ini yang Berubah untuk Investor

Baca juga: IHSG Melemah 7 Oktober, Analis Perkirakan Bisa Tembus 6.280

Baca juga: BEI Resmi Luncurkan Short Selling, Ini yang Perlu Dipahami Investor

Baca juga: IHSG Anjlok 1,69 Persen ke 6.277: Apa yang Perlu Dipahami Investor

Baca juga: IHSG Kembali Melemah ke 6.241: Apa yang Perlu Dipahami Investor Ritel

IHSG akhirnya tergerus 21,27 poin atau 0,33 persen ke level 6.441,16. Padahal saat pembukaan, indeks sempat melesat 50,14 poin (0,78 persen) ke posisi 6.512,57 didorong optimisme awal pelaku pasar, sebelum tekanan jual meluas di sesi kedua.

Pemicu: Pengetatan Moneter Global

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan pelemahan IHSG dipicu langkah tegas BoJ yang menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen. Langkah ini menyusul keputusan bank sentral AS, The Fed, yang lebih dulu menaikkan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00 persen.

Kedua keputusan ini menegaskan tren pengetatan moneter global di tengah risiko inflasi yang masih tinggi. Suku bunga yang naik membuat aset berisiko seperti saham menjadi kurang menarik dibanding instrumen berbunga, sehingga mendorong aksi jual.

Fokus Pasar ke Pertemuan Trump-Xi

Di sisi lain, perhatian pelaku pasar global juga tertuju pada rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pekan depan. Meski ada harapan perbaikan hubungan bilateral dua raksasa ekonomi dunia, investor cenderung bersikap hati-hati akibat bayang-bayang sanksi dagang, tarif, dan ketegangan geopolitik.

Apa Artinya bagi Investor Ritel?

Bagi investor ritel, pelemahan akibat kebijakan moneter global adalah bagian dari siklus yang normal. Yang terpenting adalah tidak panik dan tetap berpegang pada rencana investasi jangka panjang. Analis memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan fase konsolidasi pada awal pekan, yang dinilai sebagai titik jenuh sebelum indeks kembali bergerak naik.

Momen seperti ini justru bisa menjadi pengingat untuk mengevaluasi kembali alokasi aset dan memastikan dana darurat tetap aman sebelum berinvestasi di instrumen yang fluktuatif.

Sumber: Faktual Indonesia

PercayaCuan

Tim redaksi Percaya Cuan — menyajikan panduan keuangan pribadi yang jujur dan mudah dipahami.

Share
Published by
PercayaCuan

Recent Posts

Cara Mengatur Keuangan untuk Ibu Rumah Tangga agar Tetap Bisa Menabung dari Uang Belanja

Mengelola keuangan rumah tangga bukan perkara mudah, apalagi ketika pengeluaran harian terasa tidak pernah berhenti.…

9 jam ago

Cara Memulai Investasi Reksa Dana untuk Pemula dengan Modal Rp100 Ribu per Bulan

Banyak orang mengira investasi hanya untuk mereka yang berpenghasilan besar, padahal kenyataannya kamu bisa memulainya…

9 jam ago

Cara Membangun Dana Pensiun Karyawan Swasta Gaji UMR agar Masa Tua Tetap Tenang

Pensiun sering terasa jauh di masa depan, padahal justru karena itu persiapannya harus dimulai sedini…

1 hari ago

Cara Membuat Anggaran Bulanan Pasangan Baru Menikah agar Tidak Sering Bertengkar soal Uang

Uang sering disebut sebagai salah satu penyebab utama konflik dalam rumah tangga, terutama di tahun-tahun…

1 hari ago

IHSG Ditutup Menguat ke 5.387, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau. Setelah sempat tertekan…

1 hari ago

Cara Mengatur Uang Bulanan untuk Orang Tua Tunggal agar Tetap Bisa Menabung

Menjadi orang tua tunggal berarti mengelola keuangan rumah tangga dengan satu sumber penghasilan sambil tetap…

3 hari ago
Jaringan Percaya Cuan:Percaya Cuan — Keamanan DigitalPercaya Cuan — Literasi Digital & AIPercaya Cuan — Link Resmi