Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Agustus 2026 naik ke level 3,19 persen secara year-on-year (YoY). Angka ini meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,88 persen YoY, sekaligus lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 2,31 persen YoY.
Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji Pas-pasan
Baca juga: Cara Mengatur Keuangan saat Gaji Naik: Hindari Lifestyle Creep
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik per 2 September 2026, Ini Dampaknya ke Budget Bulanan Kamu
Kenaikan ini jadi kabar yang perlu dicermati, terutama bagi kamu yang sedang mengatur keuangan rumah tangga. Sebab, inflasi yang naik berarti daya beli uang di kantong kita berpotensi tergerus lebih cepat.
Menurut para ekonom, penyumbang terbesar kenaikan inflasi Agustus adalah daging ayam. Selain itu, kenaikan juga didorong oleh harga pangan lainnya seperti cabai dan beras, serta harga emas yang terus melambung. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat sebagai kelompok pengeluaran dengan andil inflasi terbesar.
Menariknya, di tengah kenaikan ini, sektor transportasi justru mengalami deflasi akibat turunnya harga avtur. Namun efek positif tersebut belum cukup untuk menahan laju inflasi secara keseluruhan.
Inflasi yang naik biasanya paling terasa di pos pengeluaran makanan. Harga bahan pokok seperti daging ayam dan cabai yang meningkat bisa membuat biaya belanja dapur membengkak. Belum lagi harga emas yang naik, yang berpengaruh bagi mereka yang rutin berinvestasi emas batangan.
Kalau pengeluaran bulananmu mulai terasa lebih cepat habis, kemungkinan besar itu dampak dari kenaikan harga-harga kebutuhan pokok ini.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan. Pertama, catat pengeluaran lebih teliti untuk melihat pos mana yang paling boros. Kedua, cari alternatif sumber protein — saat harga daging ayam naik, kamu bisa sesekali beralih ke telur, tahu, atau tempe yang lebih ramah kantong.
Ketiga, belanja bahan makanan dalam jumlah wajar sesuai kebutuhan agar tidak banyak yang terbuang. Keempat, tetap disiplin menabung dan berinvestasi — alokasikan sebagian penghasilan secara otomatis di awal bulan sebelum terpakai untuk konsumsi. Dengan begitu, kenaikan harga tidak serta-merta mengganggu tujuan keuangan jangka panjangmu.
Sumber: BPS
Mengelola keuangan rumah tangga bukan perkara mudah, apalagi ketika pengeluaran harian terasa tidak pernah berhenti.…
Banyak orang mengira investasi hanya untuk mereka yang berpenghasilan besar, padahal kenyataannya kamu bisa memulainya…
Pensiun sering terasa jauh di masa depan, padahal justru karena itu persiapannya harus dimulai sedini…
Uang sering disebut sebagai salah satu penyebab utama konflik dalam rumah tangga, terutama di tahun-tahun…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau. Setelah sempat tertekan…
Menjadi orang tua tunggal berarti mengelola keuangan rumah tangga dengan satu sumber penghasilan sambil tetap…