Jumlah investor pasar modal Indonesia terus mencetak rekor. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Saidu Salihin, mengungkapkan bahwa jumlah investor kini telah melampaui 31 juta orang, melonjak drastis dari sekitar 7,4 juta investor lima tahun lalu. Artinya, basis investor ritel berlipat lebih dari empat kali dalam setengah dekade.
Baca juga: Cara Memulai Investasi Reksa Dana untuk Pemula dengan Modal Rp100 Ribu per Bulan
Baca juga: 10 Orang Terkaya Indonesia Oktober 2026 versi Forbes, Low Tuck Kwong Teratas
Diperbarui 14 Oktober 2026. Buat investor pemula, memahami instrumen seperti reksa dana dan kondisi IPO bisa jadi langkah awal yang lebih aman. Baca juga: cara memilih reksa dana untuk pemula dan kondisi pasar IPO 2026.
Baca juga: Investor Pasar Modal RI Tembus 30,27 Juta, Mayoritas Generasi Muda
Lonjakan ini tentu menggembirakan, tapi juga membawa tantangan tersendiri: semakin banyak investor baru, semakin besar pula kebutuhan akan pemahaman yang baik sebelum menanamkan modal.
Public Expose Live 2026
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BEI bersama KPEI dan KSEI menggelar Public Expose Live 2026 dalam rangka memperingati 49 tahun pasar modal Indonesia. Ajang yang berlangsung 7-11 September 2026 ini diikuti 45 perusahaan tercatat yang memaparkan kinerja dan rencana usahanya secara virtual.
Public Expose Live menjadi kanal langsung antara manajemen emiten dan publik investor. Di sini, investor bisa mendengar langsung penjelasan soal kondisi usaha, pertumbuhan, pengelolaan risiko, hingga strategi perusahaan ke depan.
Kenapa Keterbukaan Informasi Penting?
Saidu menegaskan bahwa keterbukaan informasi adalah fondasi kepercayaan pasar modal. Investor butuh informasi yang jelas, akurat, dan konsisten untuk memahami perusahaan tempat mereka menanamkan modal. Tanpa itu, keputusan investasi hanya akan didasarkan pada tebak-tebakan harga.
Selain Public Expose Live, reformasi pasar modal juga terus berjalan, antara lain kenaikan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen serta penguatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen.
Cara Kenali Perusahaan Sebelum Beli Saham
- Baca laporan keuangan. Pahami pendapatan, laba, dan utang perusahaan secara berkala.
- Ikuti paparan publik. Manfaatkan Public Expose Live untuk mendengar langsung dari manajemen.
- Pahami model bisnisnya. Jangan beli saham hanya karena sedang naik atau ramai dibicarakan.
- Lakukan analisis mandiri. Informasi dari paparan publik bukan rekomendasi beli atau jual.
Pada akhirnya, memahami bisnis perusahaan jauh lebih menenangkan daripada sekadar menebak arah harga saham. Dengan basis investor yang makin besar, literasi yang baik jadi kunci agar investasi tidak berubah jadi spekulasi.
Sumber: Investor Trust

