Picsum ID: 297
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperketat aturan bagi para penyampai informasi di sektor jasa keuangan, termasuk financial influencer. Melalui Peraturan OJK (POJK) Nomor 6 Tahun 2026, influencer keuangan kini dilarang memberikan janji kepastian keuntungan kepada masyarakat.
Diperbarui 21 Oktober 2026. OJK makin gencar menindak pelanggaran di sektor jasa keuangan. Baca juga OJK jatuhkan denda Rp2,1 triliun untuk manipulasi pasar dan cara mengatur keuangan saat gaji naik.
Baca juga: BEI Batal Gelar RUPSLB, OJK Pastikan Aturan Demutualisasi Terbit September 2026
Aturan ini lahir di tengah meningkatnya pengaruh financial influencer di berbagai platform digital terhadap keputusan keuangan masyarakat. Tak jarang, konten yang menyesatkan justru membuat orang awam terjebak dalam keputusan finansial yang keliru.
Semakin banyak orang mencari informasi keuangan melalui media sosial, semakin besar pula risiko informasi yang tidak akurat atau menyesatkan. POJK 6/2026 hadir untuk memastikan informasi sektor jasa keuangan disampaikan secara jelas, akurat, jujur, mudah diakses, dan tidak berpotensi menyesatkan.
Tujuannya jelas: melindungi konsumen dan masyarakat luas dari dampak buruk informasi keuangan yang keliru.
Salah satu poin krusial dari aturan ini adalah larangan bagi influencer keuangan untuk menjanjikan keuntungan pasti atau hasil yang tidak realistis. Influencer juga wajib bekerja sama dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang resmi dalam kegiatan pemasaran.
Dengan kata lain, konten rekomendasi investasi tidak boleh lagi menyajikan klaim untung besar tanpa menyertakan risiko yang jujur dan berimbang.
Bagi mereka yang berperan sebagai penasihat investasi, POJK ini juga mensyaratkan sertifikasi. Ketentuan ini dimaksudkan agar setiap rekomendasi yang disampaikan berasal dari pihak yang kompeten dan memahami aturan yang berlaku.
Sebagai konsumen, kamu tetap perlu bersikap kritis terhadap konten keuangan yang beredar di media sosial. Jangan mudah tergiur janji keuntungan besar yang terkesan instan. Selalu verifikasi sumber informasi, dan pastikan pihak yang memberi rekomendasi memiliki izin serta kredibilitas yang jelas.
Pada akhirnya, literasi keuangan yang baik adalah benteng terbaik. Semakin paham kamu terhadap produk keuangan dan risikonya, semakin sulit kamu disesatkan oleh informasi yang menyesatkan.
Sumber: Otoritas Jasa Keuangan
Mengelola keuangan rumah tangga bukan perkara mudah, apalagi ketika pengeluaran harian terasa tidak pernah berhenti.…
Banyak orang mengira investasi hanya untuk mereka yang berpenghasilan besar, padahal kenyataannya kamu bisa memulainya…
Pensiun sering terasa jauh di masa depan, padahal justru karena itu persiapannya harus dimulai sedini…
Uang sering disebut sebagai salah satu penyebab utama konflik dalam rumah tangga, terutama di tahun-tahun…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau. Setelah sempat tertekan…
Menjadi orang tua tunggal berarti mengelola keuangan rumah tangga dengan satu sumber penghasilan sambil tetap…