Banyak yang mikir investasi itu ribet, butuh modal gede, dan berisiko tinggi. Itu mitos! Di tahun 2026, makin banyak instrumen investasi yang bisa kamu akses bahkan dengan modal Rp100 ribu. Yang penting: mulai aja dulu. Artikel ini bakal nge-guide kamu step by step — dari nol sampai investasi pertama.
Baca juga: Investasi untuk Pemula 2026: Mulai dari Mana Kalau Modal di Bawah 1 Juta?
Baca juga: Investasi untuk Pemula: Panduan Lengkap Mulai dari Nol di 2026
Jangan langsung lompat ke investasi sebelum 2 hal ini beres:
Kalau dua ini udah beres, kamu ready lanjut ke investasi sesungguhnya.
Modal minimal: Rp100.000
Return rata-rata: 4-6% per tahun
Ini investasi paling low-risk. Isinya deposito dan obligasi jangka pendek. Liquid, bisa dicairkan kapan aja, dan return-nya 2x lipat tabungan biasa. Cocok buat dana darurat atau tujuan jangka pendek (< 1 tahun). Platform: Bibit, Bareksa, atau langsung dari aplikasi bank.
Modal minimal: Rp50.000 (0,01 gram di beberapa platform)
Return rata-rata: 5-8% per tahun (historical 10-year CAGR)
Emas naik terus secara historis dan jadi lindung nilai pas inflasi tinggi. Sekarang bisa beli emas digital di platform kaya Treasury atau Pluang — fisiknya disimpan dan diasuransikan. Gak perlu mikirin penyimpanan.
Modal minimal: Rp1.000.000
Kupon rata-rata: 6-7% per tahun
Ini obligasi dari pemerintah Indonesia. Aman banget karena dijamin negara. Ada dua tipe: SBN Ritel (bisa dijual) dan SBN Saving (gak bisa dijual, tapi lebih tinggi yield). Biasanya rilis tiap bulan — pantengin di Bareksa atau Bibit.
Modal minimal: Rp100.000
Return potensial: 10-15% per tahun (bisa minus di tahun jelek)
Dikelola fund manager profesional — jadi gak perlu pilih saham sendiri. Risiko lebih tinggi, tapi potensi return juga lebih gede. Minimal hold 3-5 tahun untuk optimal result. Jangan panik jual pas market turun — itu justru kesempatan beli!
Modal minimal: Rp100.000 (1 lot = 100 lembar)
Return potensial: Sangat bervariasi
Beli saham perusahaan langsung. Potensi return gede, tapi butuh riset dan waktu. Untuk pemula: fokus ke saham blue-chip dulu (BBCA, TLKM, UNVR), hindari saham gorengan, dan selalu pakai uang dingin.
Kalau baru mulai, ini porsi yang recommended:
Seiring waktu dan pengetahuan nambah, adjust porsi saham naik bertahap.
Gak perlu nunggu kaya dulu buat mulai investasi. Justru dengan investasi kamu bisa bangun kekayaan dari sekarang. Pilih satu instrumen yang paling kamu pahami, mulai dari nominal kecil, dan jadikan kebiasaan. Tahun depan, kamu bakal thanks diri sendiri karena udah mulai hari ini.
Dapatkan info dan update terbaru setiap hari. Gabung channel Telegram resmi kami — gratis, selamanya. 👉 Join Telegram Official
Pernah nggak sih kamu ngerasa gaji baru masuk, tapi dua minggu kemudian saldo rekening udah…
Gaji selalu habis sebelum akhir bulan? Coba metode 50/30/20. Ini cara membagi gaji untuk kebutuhan,…
ORI030 menawarkan kupon tetap 6,90% (3 tahun) dan 7,00% (6 tahun), dijamin pemerintah, dan bisa…
Gaji selalu habis sebelum akhir bulan? Coba metode 50/30/20 untuk mengatur pemasukan. Ini cara kerja…
Jumlah investor ritel Indonesia terus tumbuh dan didominasi generasi muda. Ini alasan di balik trennya…
Bunga deposito di bank besar mulai turun. Ini 5 alternatif simpanan dan instrumen yang masih…